Senin, 09 Februari 2009

Menanti Waktu Yang Akan Datang


Mungkin para pembaca bingung sebetulnya saya menanti apa ? Pada sesi ini saya akan banyak menanti dari sesuatu yang besar hingga yang kecil. Mungkin anda sudah tidak sabar lagi ingin tahu apa yang akan saya jelaskan pada saat ini banyak yang akan saya curhati serta ingin saya sampaikan moga-moga mendapat penecerahan setelah postingan ini terbit.


Saat-saat ini kami sekeluarga mulai terusik dengan kabar burung yang sampai ketelinga seluruh warga komplek saya lebih jelasnya lagi Komplek Kowilhan I Bukit Barisan. Ehm…. Berita burung yang menyatakan bahwa akan ada penggusuran seluruh warga komplek saya. Ternyta kabar burung yang saya kira Cuma isapan jempol belaka rupanya benar. Surat yang datang ke Komplek kami seakan membuat suasana komplek yang biasanya damai kini terusik dengan pemberitaan surat tersebut.


Semua warga komplek saya sibuk mengadakan perundingan dengan seluruh warga komplek saya yang tujuan perundingan itu untuk mengadakan titik terang bagaimana untuk menanggapi surat tersebut. Mungkin bagi keluargaku pemberitaan ini agak sedikit memberatkan apabila kelak nanti kami semua akan digusur dari komplek ini. Mungkin karena orang tua saya yang hanya seorang PNS biasa yang untuk makan dan kehidupan sehari-hari serba pas-pasan.


Walaupun saya tahu apabila terjadi kelak penggusuran itu, memang sih ada yang namanya ganti rugi yang namanya ganti rugi gak pernah ganti untung. Yang namanya ganti rugi pasti tidak pernah beruntung pasti rugi mulu. Itulah yang terjadi di negara kita tercinta ini. Apalagi perasaan saya yang sekarang ini sedih apabila meninggalkan tempat dimana saya dari kecil hingga saat ini.


Yang lebih membuat saya sedih banyak para pensiunan yang mendiami komplek saya kalau di hitung lebih kurang 85%. Serta ditambah lagi banyak sebagaian ibu yang tidak mempunyai seorang suami dengan kata lain Single Parent. Bagaimana pula hendak membeli rumah pengganti untuk mereka diami kelak.


Saat ini saya hanya bisa berdoa agar semua ini tidak terjadi. Agar semua kenangan yang indah di komplek ku tercinta tidak terhapus begitu saja. Serta saya berharap para pemerintah lebih peduli lagi pada rakyat kecil bukan hanya peduli dengan orang-orang yang berkantong “EMAS” saja biarkan kami hidup dengan damai lagi tanpa terusik dengan berita ini semoga semua ini akan cepat membaik dan cepat terselesaikan “AMIN”.

 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top